March 2018

Thursday, 29 March 2018

Konsep Dan Penjelasan Tentang Pers


 
 
  Pers adalah badan yang membuat penerbitan untuk media massa yang dilakukan secara berkala. Pers bisa dikatakan “kekuatan keempat demokrasi”, posisi mereka setara dengan yudikatif, legislatif, dan eksekutif karena pers mempunyai kekuatan untuk menggiring opini public dan mampu mengkontrol sosiak dan bisa menjadi pengkritis untuk ke 3 lembaga tersebut yaitu yudikatif, legislatif, dan eksekutif.

    Pers memiliki sebuah konsep dasar yaitu, Lembaga social dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, mencari, mengelolah dan menyampaikan informasi dalam bentuk
tulisan, suara dan gambar.

    Pers ada kaitannya dengan jurnalistik , dalam jurnalistik terdapat beberapa ada beberapa tipe , seperti tipe yang pertama seorang jurnalis mereka jika di beri uang mereka menolak dan mereka tidak mengharapkan di kasih uang atau sejenisnya. Tipe yang kedua mereka jika dikasih uang menerima (biasa nya itupun karena digunakan untuk trasnpot saja) dan mereka tidak mengharapkan untuk dikasih uang. Tipe yang ke 3 mereka tidak akan menolak jika diberi uang pastinya, dan mereka mengharapkan diberi uang meskipun agak malu-malu. Ini biasanya seorang jurnalistik yang bekerja pada media yang baru. Tipe yang ke 4 mereka jika diberi uang pastinya tidak akan menolak, dan mereka juga berharap akan diberikannya uang bahkan mereka lebih kesan memaksa. Ini jurnalistik yang bekerja pada media abal-abal.

    Kebebasan Pers memperhatikan penghormatan hak dan kewajiban individu serta masyarakat dan menaati peraturan yang berlaku. Di Indonesia sendiri Konsep Persnya adalah “Pers Pancasila”, yaitu “Pers yang bebas dan bertanggung jawab”. Di sini bisa di artikan Bebas mengemukakan pendapat lisan serta tulisan dan Bertanggung jawab pada kode etik jurnalistik, norma hukum dan pilar profesionalisme.

    Pers bisa juga di katakana Lembaga Penyiaran sosial & Bisnis. Haris Sumadiria mengatakan, pers akan kokoh jika bertumpu pada 3 pilar penyangga utama, yaitu :
1. Idealisme yang artinya menegakkan nilai demokrasi dan Ham, memperjuangkan keadilan dan kebenaran
2. Komersialisme yang artinya Pers harus kuat & seimbang, pers tidak boleh rugi, harus untung
3. Profesionalisme yang artinya paham menilai tinggi keahlian professional

    Pers juga sebagai Lembaga Sosial atau Kemasyarakatan, yang fungsinya Sebagai Lembaga atau social permasyarakatan pers melakukan social control dan di pengaruhi oleh sistem – sistem social yang lain.
Ciri-Ciri dari Pers yang professional, ialah :
Memiliki keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman.
Mendapat Gaji yang layak sesuai keahlian.
Terikat moral dan etika.
Bergabung dengan organisasi pers, seperti contoh di Indonesia ada PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan AJI (Aliansi Jurnalistik Independen).
Memiliki kecintaan pada profesi, tidak semua orang bisa menjalankan profesi ini.

    Ciri – ciri Pers :
1. Periodesitas : Pers harus terbit secara teratur, berdasarkan periodesitas dan harus konsisten dalam pilihan penerbitnya.
2. Publistas : Pers ditujukan pada khalayak heterogen, baik secara geografis & psikografis.
3. Aktualisasi : Informasi yang disampaikan harus mengandung unsur kebaruan, baik dari segi aktualitas calendar, aktualitas waktu dan aktualitas masalah.
4. Universalitas : Berkaitan dengan kesemestaan pers dilihat dari sumbernya & aktualisasi masalah
5. Objektivitas : Nilai etika dan moral harus dipegang teguh dalam menjalankan profesi jurnalistiknya.

    Fungsi Pers :
1. Fungsi Informasi (to inform) untuk menginformasikan sebuah berita ataupun info yang baik dan benar kepada khalayak dan masyarakat umum.
2. Fungsi Edukasi (to educate) sebagai lahan untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaiatan dengan pembelajaran atau ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.
3. Fungsi Menghibur (to entertain)
4. Fungsi Mempengaruhi (to influence) untuk mempengaruhi masyarakat agar bisa mengalami suatu perubahan yang dirasa dulu nya itu buruk menjadi baik
5. Fungsi menghubungkan dan menjembatani (to mediate) sebagai lahan penyambung untuk menghubungkan antara pemerintahan dengan masyarakat.
6. Fungsi control social terhadap perilaku masyarakat.

Thursday, 22 March 2018

Macam – Macam Teori Pers




Teori Pers Otoriter

    Teori Pers Otoriter adalah teori pers yang tertua, yaitu pada abad ke-16. Ketika itu penerbit-penerbit diawasi melalui paten-paten yang telah ditetapkan, izin terbit, kemudian sensor yang juga telah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Tugas pers disini ialah mendukung dan membantu politik pemerintah yang berkuasa untuk mengabdi kepada negara. Pers tidak boleh mengakuisi alat-alat negara dan penguasa. Pers juga saat itu dibawah pengawasan dan dikontrol penuh oleh pemerintah, yang artinya rakyat tidak memiliki hak penuh dalam mengaspirasikan pendapatnya dan tidak bisa memberikan opini secara bebas melalui pers. Jika ada yang ketahuan pemerintah dalam hal pelanggaran yang telah ditetapkaan makan akan ditindak dan dihukum.

Teori Pers Liberal
    Sejarah dari Teori Pers Liberal ini merupakan perkembangan atau improvisasi terhadap pers sebelumnya, yaitu pers otoriter . Dimana itu menimbulkan reaksi dari pers yang dimana pada saat itu didominasi oleh kekuasaan dan pengaruh penguasa melalui berbagi upaya yang sangat mengekang dan menekan keberadaan pers saat itu. Jadi seperti pers liberal itu sarana penyalur suara nurani rakyat yang berlandaskan akan kebebasan.
    Ciri-cir dari Teori Pers Liberal :
·    Tidak ada batas hukum dalam mencari berita
·    Tidak diperlukannya izin dalam penerbitan dan pendistribusian informasi
·    Publikasi yang bersifat bebas dari penyensoran
·    Tidak ada Kebijakan untuk mempubliaksi segala hal

Meskipun terlihat sudah bebas , serta berlandaskan akan kebebesan, Pers Liberal memiliki hal yang negatif, seperti :
·    Sedikit berbuat kebajikan
·    Sedikit mengadakan kontrol terhadapa pemerintah
·    Sedikit batasan serta aturan

Tugas dari Pers Liberal, yaitu :
·    Menjaga hak warga negara
·    Bidang Periklanan
·    Mencari dan meperoleh keuntungan
·    Menyediakan dan memberikan hiburan atau informasi
Teori Pers Komunis

    Teori Pers Komunis Soviet baru terbentuk atau dikenal dua tahun setelah Revolusi Oktober 1917 di Rusia. Berdasarkan dari gagasan Karl Marx dan Freedrich Engels dalam arti sempit Teori pers komunis ini adalah pers yang dimiliki oleh negara dan berfungsi melayani kepentingan kelas pekerja. Secara garis besar teori ini ialah sebuah sistem yang segala sesuatunya berkaitan pers dan pemerintahan secara keseluruhan itu dikuasai dan diatur oleh pemerintahan atau partai yang berkuasa. Perbedaan dengan teori-teori pers lainnya adalah :
·    Dihilangkannya motif profit (yakni prinsip untuk menutup biaya pada media.
·    Menomorduakan kopikalitas (orientasi pada “ apa yang sedang dibicarakan”)
·    Jika dalam teori penguasa orientasi semata-mata pada upaya mempertahankan “status – quo” (keadaan yang sekarang)

Kelebihan dan kekurangan dari Teori Komunis :
1.    Media bebas melaksanakan tugas – tugas sebagai instrumen negara dan partai
2.    Sistem ini dibangun sebagai bagian dari perubahan dan untuk membantu mencapai perubahan
3.    Sistem soviet untuk membangun status-quo soviet, tetapi selalu dalam konteks perubahan dan perkembangan.


Kelemahannya :
1.    Hanya menguntungkan kaum sosialis karena hanya memburu keberhasilan bagi kediktatoran partai.
2.    Tidak semuanya berhak dapat menggunakan media dari sistem ini karena hanya anggota-anggota parti yang loyal saja berhak.

Teori Sistem Pers Bertanggung Jawab Sosial

    Teori ini yang mengemukakan tentang kebebasan pers yang harus disertrai dengan adanya tanggung jawab kepada masyaraakt. Didasari oleh moral serta hati nurani insan pers karena kemerdekaan pers, harus juga disertai tanggung jawab kepada masyarakat. Teori ini muncul di karenakan respon dari teori liberal.
     Ciri-ciri nya :
·    Media mempunyai kewajiban kepada masyarakat
·    Kewajiban dipenuhi dengan standar profesional
·    Media melihat akibat yang akan terjadi setelah disampaikan suatu berita
·    Hakekat media mencerminkan kebhinekaan

Sistem ini merupakan penggabungan dari sistem-sistem yang sudah ada dan diformulasikan untuk mengemban nilai-nilai sesuai kodrat manusia. Negara yang menganut sistem ini adalah Indonesia dan Amerika karena kedua negara tersebut menggunakan sistem pemerintahan yang demokrasi.

Teori Media Pembangunan

    Teori media pembangunan adalah teori perkembangan dari teori tanggung jawab sosial, yang dimana lebih mementingkan pembangunan yang itu bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya, Teori media pembangunan ini berkembang dinegara bagian eropa atau negara berkembang yang masih memiliki keterbatasan seperti tidak didukung insfrastruktur komunikasi dan terbatasnya keterampilan profesional sumber produksi. Media massa yang berkembang menurut teori ini lebih banyak mengedepankan persoalan pembangunan dalam bidang ekonomi sosial politik dan budaya. Ciri-ciri penting dari teori ini menerima dan membangun pembangunan yang positif sesuai kebijaksanaan yang sudah ditetapkan negara.

Teori Pers Partisipan Demokrat

    Sebenarnya merupakan reaksi dari ragam teori normatif media dalam masyarakat liberal. Teori ini kebentuk menunjukkan kekecewaanya terhadap sisttem politik parlementer. Teori demokratik partisipan terbentuk sebagai reaksi teori lain sebagai gerakan positif ke arah bentuk baru lembaga pers. Stimulus/rangsangan teori ini adalah reaksi terhadap komersialisasi/sebuah proses menguangkat sesuatu dan pemonopolian pers.
    Prinsip dari teori ini adalah :
    Setiap warga negara secara individu dan kelompok minoritas memiliki hak untuk pemanfaatan media dan hak untuk dilayani oleh media:
·    Organisasi dan Media Seharusnya tidak tunduk pada pengendalian Politik yang dipusatkan ke negara
·    Kelompok, organisasi, dan masyarakat lokal seharusnya memiliki media sendiri.
·    Media seharusnya untuk audiens, bukan untuk organisasi media.

MOMEN YANG TIDAK BISA TERULANG




    Ketika melihat sebuah momen yang cukup menyenangkan sekaligus mengharukan. Momen itu ialah ketika melihat teman seperjuangan dahulu ketika smk menikah dengan wanita yang dahulu ia idam-idam kan. Di momen itu, sebelum jauh hari di minta tolong oleh teman untuk mendokumentasikan acara pernikahannya. Memang dulu ketika di smk aku dikenal oleh teman-teman sekeliling ku pandai dalam hal mengoperasikan kamera, terutama itu dalam hal pembuatan video. Oke.. aku pun menerimanya. Di hari acara pernikahannya itu ketika di hari kuliah, yaa harus merelakan tidak masuk kuliah. Tapi memang ya mau bagaimana lagi, sudah terlanjur janji, nggak enak juga jika diawal dulu menolak dan jika sekarang ingin mengingkari janji, toh dia sahabat dekat yang dulunya selalu membantu ketika susah.

    Hari pernikahannya pun tiba, aku berangkat pagi sekitar jam 6 ke rumah sang calon istri terlebuh dahulu, bertujuan agar bisa mengambil momen ketika sedang bermake up. Jam menunjukkan pukul 7.30, saatnya pergi ke rumah temanku, ya juga bertujuan untuk mengambil momen ketika sedang bersiap untuk ‘temu’ dengan sang mempelai. Sekitar 1 jam dimulai lah acara temu manten, dimana itu keluarga dan rekan-rekan dari pengantin laki – laki membawa sebuah ‘peningset’ kalau di jawa mengatakan yaitu seperti kue, ada buah atau barang – barang baru yang nanti nya bisa digunakan untuk pengantin baru, ada tas, sepatu dsb. Sesampainya di tempat pengantin sang istri, langsung dimulai lah acara yang ditunggu-tunggu, yap ijab kabul. Dengan lancar nya temanku mengatakan ijab kabul, ya mungkin dia memang semalaman sudah serius menghafal hehe. Setelah ijab kabul selesai dan dikatakannya ‘sah’ oleh para saksi maka disitu momen mengharukan terjadi, dengan tangis haru temanku dan sang istri yang dulu nya ketika smk adalah wanita idaman nya, dan sekarang telah menjadi pasangan yang halal. Mungkin jika dia itu aku akan berasa seperti mimpi yang menjadi sebuah kenyataan.

    Momen haru tetap berlanjut ketika sang kedua pengantin yang sudah sah ini bersalaman dengan para keluarga mereka, terutama pada saat pengantin bersalaman sambil memeluk kedua orang tua mereka, serasa terlihat lega, tidak percaya, dan pasti haru melihat anak – anak mereka menikah jika orang tua dari sang pengantin wanita terasa lega sekarang memiliki suami yang akan menjadi pasangan dan selalu menjaga dirinya dan lepas juga tanggung jawab sebagai orang tua, dan jika orang tua dari sang pengantin laki-laki terasa bahwa sekarang anak laki-laki mereka yang dulu nya remaja tanpa mempunyai tanggung jawab yang lebih sekarang telah memiliki seorang istri, memiliki tanggung jawab yang besar dan nanti nya akan menjadi seorang ayah. Disitulah mungkin menjadi kepuasan tersendiri bagi sosok orang tua ketika melihat anak nya sudah menikah. Dan momen pernikahan seperti inilah kebanyakan orang bilang adalah Momen yang tidak akan terulang.
  
     Pernikahan memang adalah salah satu kewajiban sebagai umat muslim dan yang mengaku sebagai umat dari Nabi Muhammad. Dalam sebuah hadits di katakan bahwasanya nabi pernah berkata ‘Menikahlah kamu jika kamu salah satu dari umatku’. Apalagi menikah di usia yang muda, yang bisa menghindarkan dari hal-hal yang bersifat zina. Itu semua tergantung dari Perspektif orang sih , ada yang setuju dengan hal itu dengan dalil bahwasannya jika menikah itu akan diberi kemudahan terutama dalam hal rezeki. Kemudian ada yang tidak setuju, tidak setuju ini bukan berarti tidak mendukung atau menolak, akan tetapi mereka beranggapan nanti saja menikah ketika mereka sudah sukses dan mampu membahagiakan orang tua terlebih dahulu, dan juga kalau sudah ada pasangannya sih hehe 12 . Ya memang menikah itu hal yang menyenangkan bagi semua orang , apalagi menikah dengan wanita yang di sukai nya dari dulu, That’s very special and fun , and feel dreams come true!

Tuesday, 13 March 2018

Kiat Menjadi Seorang Kreator



    Apa sih yang kalian fikirkan ketika mendengar kata ‘Kreator’ ? Yap , Kreator adalah menciptakan sebuah gagasan dalam bidang menulis, dan bertujuan agar apa yang kita tulis itu nantinya bisa di nikmati oleh masyarakat. Menciptakan sebuah tulisan yang apik, yang menarik itu bukanlah hal yang mudah, tapi selalu dibutuhkan niat yang kuat dalam hal itu. Nah, dalam hal ini terdapat berbagai tips ataupun beberapa hal yang diperlukan apabila ingin menjadi ‘Kreator’ muda dalam era digital saat ini.
    Menjadi Kreator atau Penulis yang bisa menciptakan tulisan yang menarik itu memiliki tantangan tersendiri. Di awal jika memang sudah memiliki sebuah niatan untuk menulis , biasanya ada rasa tidak percaya diri dengan tulisan kita, berfikir bahwa tulisan kita akan di ejek atau hal apapun yang membuat berfikir pesimis. Itu memang hal yang sangat lumrah apabila memulai suatu hal yang itu nantinya akan menjadi hal yang besar, yang bisa berpeluang membuat kita sukses. Pertama dalam mengatasi hal tersebut, harus percaya diri, apabila hasil diawal tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan misal contoh , tulisan kita dinilai oleh orang atau pembaca itu tidaklah menarik, bahkan misal ada yang menuduh tulisan kita itu plagiat maka jangan membuat kita menyerah atau pesimis. Jadikan hal seperti itu menjadi evaluasi yang bisa membuat jadi lebih baik lagi, bahkan kalau bisa jadikan itu seperti pendakian awal kita untuk mencapai hal yang besar.
    Setelah itu kita tujukan terlebih dahulu tulisan kita ini untuk siapa kemudian kita niatkan dengan sangat untuk membuat tulisan, karena apapun jika ingin memulai suatu itu dari niat yang kuat dan istiqomah. Dari situ kemungkinan muncul motivasi tersendiri untuk membangkitkan semangat kita apabila kemalasan muncul menghampiri ataupun ide yang hilang disaat kita ingin melanjutkan tulisan.
    Maka dari itu kesimpulannya, untuk menjadi kreator muda diera digital saat ini ialah niatkan yang kuat serta optimis bahwa nantinya tulisan kita akan menjadi tulisan yang menarik serta mendapat viewers yang banyak , dan selalu istiqomah dalam pengerjaan tulisan kita . Karena hal apapun yang dikerjakan dengan istiqomah maka hal itu akan menjadi suatu yang bermanfaat dan menjadi suatu hal besar yang kita inginkan.

Thursday, 8 March 2018

Sejarah Jurnalistik





    Jurnalistik memiliki banyak sekali sejarah. Bahkan disebagian negara memiliki sejarah masing-masing yang membuat jurnalistik itu ada dan berkembang seiringnya waktu. Jurnalistik berawal dari kata Akta Diurna, yang dulu cikal bakal nya itu seperti papan tulis yang digantung di serambi pada tiap – tiap rumah dizaman romawi kuno dahulu. “Diunarri” adalah asal mula sebutan untuk Jurnalis.

    Pada zaman kehidupan Nabi Nuh As itu terjadi sebuah sejarah yang dimana diyakini awal mula terjadinya proses Jurnalistik dan Kewartawanan. Diceritakan pada saat Nabi Nuh As berada didalam perahu besarnya yang disitu mengangkut banyak penduduk dan berbagai macam – macam hewan untuk diselamatkan dari bencana banjir yang amat dahsyat. Selang beberapa hari berlalu Nabi Nuh As memerintahkan seekor burung dara untuk melihat apakah banjir yang sedang melanda daerah Nabi Nuh As sudah surut atau tidak. Setelah menunggu beberapa waktu seekor burung dara tadi kembali ke Nabi Nuh As dengan membawa daun. Nabi Nuh As berasumsi bahwa Banjir telah surut, di karenakan daun yang dibawa oleh seekor burung dara tadi bawahnya basah sedangkan atasnya kering. Maka dari kisah tersebut dipercayai Nabi Nuh As sebagai wartawan pertama , dan burung dara berperan sebagai Nara Sumber dan juga Perahu dari Nabi Nuh As itu adalah kantor pertama untuk kegiatan Jurnalistik.

Ø    Sejarah Jurnalistik di Mesir dan Cina
    Di zaman Mesir kuno ditemukannya teknik pembuatan kertas dari Papyrus. Dan ini sangat berarti sekali bagi perkembangan dunia Jurnalistik . Pada abad 8 M, di Cina muncul surat kabar Pertama yang disebut King Pau (Kabar dari Istana) menggunakan kayu. Kemudian ditahun 1351 disebar secara teratur 1 minggu sekali.

Ø    Sejarah Jurnalistik di Bagian Eropa dan Amerika
Negara Jerman menemukan mesin cetak pertama pada tahun 1450 yang di ciptakan oleh John Guttenber. Kemudian selang beberapa tahun, tepatnya di tahun 1457 koran cetak pertama muncul di kota Narenberg. Dan pada saat itu koran yang ramai-ramainya adalah tentang Christoper Colombus yang dimana dia menemukan teori nya bahwa Bumi itu Bulat.
    Di Inggris surat kabar harian pertama adalah Oxford Gazete pada tahun 1665. Selang beberapa waktu Oxford Gazete berubah nama menjadi “Newspaper”. Di negara Swiss tepatnya di Universitas Bazel pertama kali Jurnalistik dikaji secara akademis oleh Karl Bucjer dan Max Weber. Sedangkan di negara Amerika membuka School of Journalis di Colombia pada tahun 1912 yang digagas oleh Joseph Pulitcher.

    Pada sekitar abad 18 ada yang namanya istilah untuk dunia Jurnalisme, yaitu “Yellow Jurnalism” yang dimana kegiatan jurnalistik digunakan untuk alat bisnis & propaganda. Di akhir abad 18, pers Amerika dan Eropa berhasil memasuki era Jurnalis yang modern pada tahun 1825. Ciri dari Yellow Journalism adalah pemberitaan yang Bombastis , bersifat sensasional, dan pemuatan judul utama yang menarik publik, tujuannya untuk meningkatkan penjualan.

Ø    Sejarah singkat muncul hal yang penting bagi dunia Jurnalistik

·    Di tahun 1880 – 1900 ditemukannya mesin cetak cepat yang memungkinkan deadline berita diadakan malam hari. Pada momen ini foto di surat kabar mulai muncul
·    Tahun 1920 surat kabar dan majalah mendapatkan pesaing baru dalam pemberitaan dengan munculnya radio berita
·    Sifat radio berita cepat dan sekilas
·    Tahun 1950 Stasiun Televisi pertama kali muncul
·    Masuknya era Internet pada tahun 1990 dan muncul nya jurnalistik multimedia
·    Perusahaan media massa mulai melakukan ekspansi dengan membuat media di internet

Ø    Pers Di Indonesia

    Pada sekitar tahun 1744 – abad 19, Belanda masuk dan menjajah Indonesia. Kemudian Pers masa Orde Lama atau Pers terpimpin (1957-1965) , terjadi pembredelan terhadap kantor berita PIA, SK Republik, SK Pedoman, Berita Indonesia, dan Koran Sin Po. Tahun 1964, kementrian Pengerangan mengontrol semua kegiatan Pers.
    Kemudian di era Pers Orde Baru, Pemerintah semakin menekan kebebasan Pers serta diawasi oleh Departemen Penerangan. Di tahun 1994 , Tempo, Detik , Editor dibredel setelah membeberkan laporan investigasi masalah penyelewengan pejabat negara.
    Pers Era Reformasi , tahun 1998 mulai menikmati kebebasan , dan kemudian muncul istilah “Trial by The Press” – penghakiman oleh media, yang berarti apabila seseorang atau orang – orang dari pemerintahan berani mengganggu aktivitas jurnalistik maka akan dilakukannya penghakiman oleh Jurnalistik dengan membuat berita yang mengandung unsur penekanan atau pembullyan terhadap seseorang yang berani mengganggu kegiatan jurnalistik.

Thursday, 1 March 2018

Pengantar Jurnalistik




          Jurnalis adalah sebuah kegiatan atau kemampuan seseorang untuk menuliskan sebuah berita kemudian menyampaikan kepada khalayak atau masyarakat melalui berbagai media. Tokoh Pencetus kegiatan jurnalistik adalah Julius Caesar berasal dari Romawi. Di Kisahkan dahulu, Julius Caesar ketika ingin menyampaikan sebuah pengumuman atau kebijakan-kebijakan baru maka dia akan berusaha mengumpulkan semua warganya. Setelah lama berlangsung dia merasa jika melakukan hal seperti ini terus dia khawatir warganya ada yang kurang faham atas apa yang disampaikannya ataupun ada yang tidak bisa berkenan hadir dalam dia menyampaikan pengumuman ataupun kebijakan tersebut. Maka dari itu Julius Caesar berfikiran untuk membuat sebuah tulisan di lempengan Gips yang berisi tentang pengumuman-pengumuman atau kebijakan-kebijakan dia, serta kemudian disebarkan ke seluruh warganya. Kata jurnalistik juga dulu berawal dari kata ‘Akta Diurna’ yang berarti sebuah penyampaian berita yang berisi sebuah kebijakan – kebijakan dari Julius Caesar , seperti kebijakan-kebijakan politik dsb. Serta ada juga istilah ‘Akta Senatus’ artinya berita yang berisi Politik tentang anggota Senat, atau bisa dibilang kalau umpamanya di Indonesia itu seperti Menteri dsb.
          Definisi dari Jurnalistik menurut beberapa ahli ;
  • Kemampuan untuk mengumpulkan, memilih, menngkoleksikan kegiatan kemudian menuliskannya dan menginformasikannya kepublik (Kustadi Suhandang, 2004)
  • Mengelola (Mengumpulkan hingga mempublikasikan informasi harian yang menarik (Onong Uchjana, 1981)

          Inti dari kegiatan Jurnalistik ialah Memilih yang artinya memilih sebuah peristiwa yang telah terjadi kemudian yang pantas dijadikan sebuah berita yang menarik bagi masyarakat. Presenting menyiapkan sebuah berita yang telah ditulis seperti mengedit , mengatur tata bahasanya dsb. Publishing kegiatan final dalam hal jurnalistik yaitu mempublikasikan sebuah berita ke masyarakat yang awal sudah dipilih kemudian dikelola dengan baik.

         Tujuan utama jurnalisme adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa hidup bebas dan mampu mengatur diri sendiri – Bili Kovach

                                              Bagaimana cara menjadi wartawan ?
1.    Bisa dan Hobi Menulis                           5. Menyukai Tantangan
2.    Terampil Berbicara                                 6. Senang Berpetualan
3.    Peduli dan Cinta Bahasa
4.    Senang bergaul dengan banyak orang