Sejarah Jurnalistik

Thursday, 8 March 2018

Sejarah Jurnalistik





    Jurnalistik memiliki banyak sekali sejarah. Bahkan disebagian negara memiliki sejarah masing-masing yang membuat jurnalistik itu ada dan berkembang seiringnya waktu. Jurnalistik berawal dari kata Akta Diurna, yang dulu cikal bakal nya itu seperti papan tulis yang digantung di serambi pada tiap – tiap rumah dizaman romawi kuno dahulu. “Diunarri” adalah asal mula sebutan untuk Jurnalis.

    Pada zaman kehidupan Nabi Nuh As itu terjadi sebuah sejarah yang dimana diyakini awal mula terjadinya proses Jurnalistik dan Kewartawanan. Diceritakan pada saat Nabi Nuh As berada didalam perahu besarnya yang disitu mengangkut banyak penduduk dan berbagai macam – macam hewan untuk diselamatkan dari bencana banjir yang amat dahsyat. Selang beberapa hari berlalu Nabi Nuh As memerintahkan seekor burung dara untuk melihat apakah banjir yang sedang melanda daerah Nabi Nuh As sudah surut atau tidak. Setelah menunggu beberapa waktu seekor burung dara tadi kembali ke Nabi Nuh As dengan membawa daun. Nabi Nuh As berasumsi bahwa Banjir telah surut, di karenakan daun yang dibawa oleh seekor burung dara tadi bawahnya basah sedangkan atasnya kering. Maka dari kisah tersebut dipercayai Nabi Nuh As sebagai wartawan pertama , dan burung dara berperan sebagai Nara Sumber dan juga Perahu dari Nabi Nuh As itu adalah kantor pertama untuk kegiatan Jurnalistik.

Ø    Sejarah Jurnalistik di Mesir dan Cina
    Di zaman Mesir kuno ditemukannya teknik pembuatan kertas dari Papyrus. Dan ini sangat berarti sekali bagi perkembangan dunia Jurnalistik . Pada abad 8 M, di Cina muncul surat kabar Pertama yang disebut King Pau (Kabar dari Istana) menggunakan kayu. Kemudian ditahun 1351 disebar secara teratur 1 minggu sekali.

Ø    Sejarah Jurnalistik di Bagian Eropa dan Amerika
Negara Jerman menemukan mesin cetak pertama pada tahun 1450 yang di ciptakan oleh John Guttenber. Kemudian selang beberapa tahun, tepatnya di tahun 1457 koran cetak pertama muncul di kota Narenberg. Dan pada saat itu koran yang ramai-ramainya adalah tentang Christoper Colombus yang dimana dia menemukan teori nya bahwa Bumi itu Bulat.
    Di Inggris surat kabar harian pertama adalah Oxford Gazete pada tahun 1665. Selang beberapa waktu Oxford Gazete berubah nama menjadi “Newspaper”. Di negara Swiss tepatnya di Universitas Bazel pertama kali Jurnalistik dikaji secara akademis oleh Karl Bucjer dan Max Weber. Sedangkan di negara Amerika membuka School of Journalis di Colombia pada tahun 1912 yang digagas oleh Joseph Pulitcher.

    Pada sekitar abad 18 ada yang namanya istilah untuk dunia Jurnalisme, yaitu “Yellow Jurnalism” yang dimana kegiatan jurnalistik digunakan untuk alat bisnis & propaganda. Di akhir abad 18, pers Amerika dan Eropa berhasil memasuki era Jurnalis yang modern pada tahun 1825. Ciri dari Yellow Journalism adalah pemberitaan yang Bombastis , bersifat sensasional, dan pemuatan judul utama yang menarik publik, tujuannya untuk meningkatkan penjualan.

Ø    Sejarah singkat muncul hal yang penting bagi dunia Jurnalistik

·    Di tahun 1880 – 1900 ditemukannya mesin cetak cepat yang memungkinkan deadline berita diadakan malam hari. Pada momen ini foto di surat kabar mulai muncul
·    Tahun 1920 surat kabar dan majalah mendapatkan pesaing baru dalam pemberitaan dengan munculnya radio berita
·    Sifat radio berita cepat dan sekilas
·    Tahun 1950 Stasiun Televisi pertama kali muncul
·    Masuknya era Internet pada tahun 1990 dan muncul nya jurnalistik multimedia
·    Perusahaan media massa mulai melakukan ekspansi dengan membuat media di internet

Ø    Pers Di Indonesia

    Pada sekitar tahun 1744 – abad 19, Belanda masuk dan menjajah Indonesia. Kemudian Pers masa Orde Lama atau Pers terpimpin (1957-1965) , terjadi pembredelan terhadap kantor berita PIA, SK Republik, SK Pedoman, Berita Indonesia, dan Koran Sin Po. Tahun 1964, kementrian Pengerangan mengontrol semua kegiatan Pers.
    Kemudian di era Pers Orde Baru, Pemerintah semakin menekan kebebasan Pers serta diawasi oleh Departemen Penerangan. Di tahun 1994 , Tempo, Detik , Editor dibredel setelah membeberkan laporan investigasi masalah penyelewengan pejabat negara.
    Pers Era Reformasi , tahun 1998 mulai menikmati kebebasan , dan kemudian muncul istilah “Trial by The Press” – penghakiman oleh media, yang berarti apabila seseorang atau orang – orang dari pemerintahan berani mengganggu aktivitas jurnalistik maka akan dilakukannya penghakiman oleh Jurnalistik dengan membuat berita yang mengandung unsur penekanan atau pembullyan terhadap seseorang yang berani mengganggu kegiatan jurnalistik.

0 comments :

Post a Comment