Macam – Macam Teori Pers

Thursday, 22 March 2018

Macam – Macam Teori Pers




Teori Pers Otoriter

    Teori Pers Otoriter adalah teori pers yang tertua, yaitu pada abad ke-16. Ketika itu penerbit-penerbit diawasi melalui paten-paten yang telah ditetapkan, izin terbit, kemudian sensor yang juga telah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Tugas pers disini ialah mendukung dan membantu politik pemerintah yang berkuasa untuk mengabdi kepada negara. Pers tidak boleh mengakuisi alat-alat negara dan penguasa. Pers juga saat itu dibawah pengawasan dan dikontrol penuh oleh pemerintah, yang artinya rakyat tidak memiliki hak penuh dalam mengaspirasikan pendapatnya dan tidak bisa memberikan opini secara bebas melalui pers. Jika ada yang ketahuan pemerintah dalam hal pelanggaran yang telah ditetapkaan makan akan ditindak dan dihukum.

Teori Pers Liberal
    Sejarah dari Teori Pers Liberal ini merupakan perkembangan atau improvisasi terhadap pers sebelumnya, yaitu pers otoriter . Dimana itu menimbulkan reaksi dari pers yang dimana pada saat itu didominasi oleh kekuasaan dan pengaruh penguasa melalui berbagi upaya yang sangat mengekang dan menekan keberadaan pers saat itu. Jadi seperti pers liberal itu sarana penyalur suara nurani rakyat yang berlandaskan akan kebebasan.
    Ciri-cir dari Teori Pers Liberal :
·    Tidak ada batas hukum dalam mencari berita
·    Tidak diperlukannya izin dalam penerbitan dan pendistribusian informasi
·    Publikasi yang bersifat bebas dari penyensoran
·    Tidak ada Kebijakan untuk mempubliaksi segala hal

Meskipun terlihat sudah bebas , serta berlandaskan akan kebebesan, Pers Liberal memiliki hal yang negatif, seperti :
·    Sedikit berbuat kebajikan
·    Sedikit mengadakan kontrol terhadapa pemerintah
·    Sedikit batasan serta aturan

Tugas dari Pers Liberal, yaitu :
·    Menjaga hak warga negara
·    Bidang Periklanan
·    Mencari dan meperoleh keuntungan
·    Menyediakan dan memberikan hiburan atau informasi
Teori Pers Komunis

    Teori Pers Komunis Soviet baru terbentuk atau dikenal dua tahun setelah Revolusi Oktober 1917 di Rusia. Berdasarkan dari gagasan Karl Marx dan Freedrich Engels dalam arti sempit Teori pers komunis ini adalah pers yang dimiliki oleh negara dan berfungsi melayani kepentingan kelas pekerja. Secara garis besar teori ini ialah sebuah sistem yang segala sesuatunya berkaitan pers dan pemerintahan secara keseluruhan itu dikuasai dan diatur oleh pemerintahan atau partai yang berkuasa. Perbedaan dengan teori-teori pers lainnya adalah :
·    Dihilangkannya motif profit (yakni prinsip untuk menutup biaya pada media.
·    Menomorduakan kopikalitas (orientasi pada “ apa yang sedang dibicarakan”)
·    Jika dalam teori penguasa orientasi semata-mata pada upaya mempertahankan “status – quo” (keadaan yang sekarang)

Kelebihan dan kekurangan dari Teori Komunis :
1.    Media bebas melaksanakan tugas – tugas sebagai instrumen negara dan partai
2.    Sistem ini dibangun sebagai bagian dari perubahan dan untuk membantu mencapai perubahan
3.    Sistem soviet untuk membangun status-quo soviet, tetapi selalu dalam konteks perubahan dan perkembangan.


Kelemahannya :
1.    Hanya menguntungkan kaum sosialis karena hanya memburu keberhasilan bagi kediktatoran partai.
2.    Tidak semuanya berhak dapat menggunakan media dari sistem ini karena hanya anggota-anggota parti yang loyal saja berhak.

Teori Sistem Pers Bertanggung Jawab Sosial

    Teori ini yang mengemukakan tentang kebebasan pers yang harus disertrai dengan adanya tanggung jawab kepada masyaraakt. Didasari oleh moral serta hati nurani insan pers karena kemerdekaan pers, harus juga disertai tanggung jawab kepada masyarakat. Teori ini muncul di karenakan respon dari teori liberal.
     Ciri-ciri nya :
·    Media mempunyai kewajiban kepada masyarakat
·    Kewajiban dipenuhi dengan standar profesional
·    Media melihat akibat yang akan terjadi setelah disampaikan suatu berita
·    Hakekat media mencerminkan kebhinekaan

Sistem ini merupakan penggabungan dari sistem-sistem yang sudah ada dan diformulasikan untuk mengemban nilai-nilai sesuai kodrat manusia. Negara yang menganut sistem ini adalah Indonesia dan Amerika karena kedua negara tersebut menggunakan sistem pemerintahan yang demokrasi.

Teori Media Pembangunan

    Teori media pembangunan adalah teori perkembangan dari teori tanggung jawab sosial, yang dimana lebih mementingkan pembangunan yang itu bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya, Teori media pembangunan ini berkembang dinegara bagian eropa atau negara berkembang yang masih memiliki keterbatasan seperti tidak didukung insfrastruktur komunikasi dan terbatasnya keterampilan profesional sumber produksi. Media massa yang berkembang menurut teori ini lebih banyak mengedepankan persoalan pembangunan dalam bidang ekonomi sosial politik dan budaya. Ciri-ciri penting dari teori ini menerima dan membangun pembangunan yang positif sesuai kebijaksanaan yang sudah ditetapkan negara.

Teori Pers Partisipan Demokrat

    Sebenarnya merupakan reaksi dari ragam teori normatif media dalam masyarakat liberal. Teori ini kebentuk menunjukkan kekecewaanya terhadap sisttem politik parlementer. Teori demokratik partisipan terbentuk sebagai reaksi teori lain sebagai gerakan positif ke arah bentuk baru lembaga pers. Stimulus/rangsangan teori ini adalah reaksi terhadap komersialisasi/sebuah proses menguangkat sesuatu dan pemonopolian pers.
    Prinsip dari teori ini adalah :
    Setiap warga negara secara individu dan kelompok minoritas memiliki hak untuk pemanfaatan media dan hak untuk dilayani oleh media:
·    Organisasi dan Media Seharusnya tidak tunduk pada pengendalian Politik yang dipusatkan ke negara
·    Kelompok, organisasi, dan masyarakat lokal seharusnya memiliki media sendiri.
·    Media seharusnya untuk audiens, bukan untuk organisasi media.

0 comments :

Post a Comment